Pertanyaan:
Bahaya apakah bila cekot-cekot pada gigi
dibiarkan?
Jawaban:
Gigi diciptakan
Tuhan dalam bentuk berpasangan. Satu terletak di rahang atas dan satunya di
rahang bawah. Gigi juga mempunyai bentuk yang tidak sama, tergantung dari
fungsinya. Gigi pengunyah mempunyai bentuk permukaan yang luas dibandingkan
dengan gigi depan atau gigi taring. Apabila gigi mengalami kerusakan
(lubang=karies) maka fungsinya akan menurun bahkan kemudian tidak berfungsi
sama sekali, karena timbul rasa nyeri/sakit apabila dipakai mengunyah. Tentunya
hal ini sangat mengganggu kenyamanan.
Apabila anda merasa tidak nyaman karena timbulnya gangguan rasa nyeri/linu/cekot-cekot yang berasal dari gigi, upayakan jangan sampai timbul persepsi bahwa sakitnya akan sembuh karena minum obat “X” yang cespleng atau malah ke dukun (paranormal). Segera periksakan ke dokter gigi dan ceritakan lengkap kronologisnya, lebih baik lagi bila disertai dengan foto ronsen gigi (foto panoramik atau lokal) sehingga si dokter kemudian dapat menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bagaimana proses terjadinya (patologisnya) keluhan tersebut.
Bila ke dokter gigi, penderita biasanya akan mengatakan minta tambal langsung giginya yang lubang. Bagaimana cerita/perjalanan kerusakan –keluhan yang dialami mulai awal hingga sekarang– seringkali diabaikan (mungkin lupa atau takut/khawatir tidak segera ditambal). Dianggapnya gigi yang sudah tidak sakit tadi sudah sembuh atau sudah sehat.
Padahal sesungguhnya gigi tersebut mungkin dapat menimbulkan masalah baru, apabila ternyata ruang saluran akar giginya sudah terinfeksi khronis sebelumnya dan kemudian langsung ditambal. Demikian pula pada gigi keropos atau gigi rusak yang tinggal akarnya pada gusi yang tidak dirawat sebab sudah tidak cekot-cekot lagi, dapat menjadi sumber kuman yang produktif, yang dapat mencemari makanan yang kita kunyah atau minuman yang kita teguk. Apabila hal ini berlangsung lama (menahun), dapat menimbulkan bau mulut yang kurang sedap sehingga tanpa disadari akan membawa dampak psikologis si penderita.
Apabila gigi anda mengalami hal tersebut di atas, segera konsultasikan ke dokter gigi atau bisa konsultasi ke penulis.
***Diambil dari wawancara Harian Surya dengan penulis pada tahun 2001 dan disempurnakan lagi oleh penulis***